Tipe Data Dasar
Data merupakan suatu nilai yang bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau
variabel. Konstanta menyatakan nilai yang tetap, sedangkan variabel menyatakan nilai
yang dapat diubah-ubah selama eksekusi berlangsung,
Data berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi lima kelompok, yang dinamakan
sebagai tipe data dasar. Kelima tipe data dasar adalah:
· Bilangan bulat (integer)
· Bilangan real presisi-tunggal
· Bilangan real presisi-ganda
· Karakter
Tak-bertipe (void), keterangan lebih lanjut tentang akan dijelaskan pada artikel selanjutnya
Kata-kunci yang berkaitan dengan tipe data dasar secara berurutan di antaranya
adalah int (short int, long int, signed int dan unsigned int), float, double, dan char.
Tabel 2-1 memberikan informasi mengenai ukuran memori yang diperlukan dan kawasan
dari masing-masing tipe data dasar.
Untuk tipe data short int, long int, signed int dan unsigned int, maka ukuran memori yang
diperlukan serta kawasan dari masint-masing tipe data adalah sebagai berikut :
Catatan :
Ukuran dan kawasan dari masing-masing tipe data adalah bergantung pada jenis mesin
yang digunakan (misalnya mesin 16 bit bisa jadi memberikan hasil berbeda dengan
mesin 32 bit).
a) Variabel
Aturan Pendefinisan Variabel
Aturan penulisan pengenal untuk sebuah variabel, konstanta atau fungsi yang didefinisikan
oleh pemrogram adalah sebagai berikut :
· Pengenal harus diawali dengan huruf (A..Z, a..z) atau karakter garis bawah ( _ ).
· Selanjutnya dapat berupa huruf, digit (0..9) atau karakter garis bawah atau tanda dollar ($).
· Panjang pengenal boleh lebih dari 31 karakter, tetapi hanya 31 karakter pertama yang akan
dianggap berarti.
Pengenal tidak boleh menggunakan nama yang tergolong sebagai kata-kata cadangan (reserved
words) seperti int, if, while dan sebagainya.
2.2.2 Mendeklarasikan Variabel
Variabel digunakan dalam program untuk menyimpan suatu nilai, dan nilai yang
ada padanya dapat diubah-ubah selama eksekusi program berlangsung. Variabel yang akan
digunakan dalam program haruslah dideklarasikan terlebih dahulu. Pengertian deklarasi di
sini berarti memesan memori dan menentukan jenis data yang bisa disimpan di dalamnya.
Bentuk umum deklarasi variabel:
Pada pendeklarasian varibel, daftar-variabel dapat berupa sebuah variabel atau
beberapa variabel yang dipisahkan dengan koma.
Contoh:
int var_bulat1;
float var_pecahan1, var_pecahan2;
tipe daftar-variabel;
Memberikan Nilai ke Variabel
Untuk memberikan nilai ke variabel yang telah dideklarasikan, maka bentuk umum
pernyataan yang digunakan adalah :
Contoh:
int var_bulat = 10;
double var_pecahan = 10.5;
Inisialisasi
Variabel
Adakalanya dalam penulisan program, setelah dideklarasikan, variabel langsung
diberi nilai awal. Sebagai contoh yaitu variabel nilai :
int nilai;
nilai = 10;
Dua pernyataan di atas sebenarnya dapat disingkat melalui pendeklarasian yang disertai
penugasan nilai, sebagai berikut :
int nilai= 10;
Cara seperti ini banyak dipakai dalam program C, di samping menghemat penulisan
pernyataan, juga lebih memberikan kejelasan, khususnya untuk variabel yang perlu diberi
nilai awal (diinisialisasi).
Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap. Berbeda dengan variabel, suatu konstanta
tidak dideklarasikan. Namun seperti halnya variabel, konstanta juga memiliki tipe.
Penulisan konstanta mempunyai aturan tersendiri, sesuai dengan tipe masing-masing.
Konstanta karakter misalnya ditulis dengan diawali dan diakhiri dengan tanda petik
tunggal, contohnya : ‘A’ dan ‘@’.
Konstanta integer ditulis dengan tanda mengandung pemisah ribuan dan tak
mengandung bagian pecahan, contohnya : –1 dan 32767.
Konstanta real (float dan double) bisa mengandung pecahan (dengan tanda berupa titik)
dan nilainya bisa ditulis dalam bentuk eksponensial (menggunakan tanda e), contohnya
: 27.5f (untuk tipe float) atau 27.5 (untuk tipe double) dan 2.1e+5 (maksudnya
2,1 x 105
).
Konstanta string merupakan deretan karakter yang diawali dan diakhiri dengan tanda
petik-ganda (“), contohnya :“Pemrograman Dasar C”.
Operator
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program
untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai,
memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan kesamaan dua buah nilai. Sebagian
operator C tergolong sebagai operator binary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua
buah nilai (operand). Contoh :
a + b
Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operand-
nya (yaitu a dan b). Karena operator penjumlahan melibatkan dua operator ini tergolong
sebagai operator binary.
-c
Simbol - (minus) juga merupakan operator. Simbol ini termasuk sebagai operator unary,
yaitu operator yang hanya memiliki sebuah operand (yaitu c pada contoh ini).
Operator Aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :
* perkalian
/ pembagian
% sisa pembagian
+ penjumlahan
- pengurangan
Adapun operator yang tergolong sebagai operator unary.
- tanda minus
+ tanda plus
Contoh pemakaian operator aritmatika misalnya untuk memperoleh nilai
diskriminan dari suatu persamaan kuadrat :
D = b2– 4ac
Operator yang telah dituliskan di atas, yang perlu diberi penjelasan lebih lanjut
adalah operator sisa pembagian. Beberapa contoh berikut kiranya akan memperjelas makna
dari operator ini .
• Sisa pembagian bilangan 7 dengan 2 adalah 1 (7 % 2 1)
• Sisa pembagian bilangan 6 dengan 2 adalah 0 (6 % 2 0)
• Sisa pembagian bilangan 8 dengan 3 adalah 1 (8 % 3 2)
Kegunaan operator ini diantaranya bisa dipakai untuk menentukan suatu bilangan
bulat termasuk ganjil atau genap, berdasarkan logika : “Jika bilangan habis dibagi dua
(sisanya nol), bilangan termasuk genap. Sebaliknya, termasuk ganjil”.
Operator Penurunan dan Penaikan
Masih berkaitan dengan operasi aritmatika, C menyediakan operator yang disebut
sebagai operator penaikan dan operator penurunan, yaitu :
++ operator penaikan
-- operator penurunan
Operator penaikan digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu. Penempatan
operator terhadap variabel dapat dilakukan di muka atau di belakangnya, contohnya :
x = x+1;
y = y-1;
Bisa ditulis menjadi :
++x;
--y;
atau :
x++;
y--;
bergantung pada kondisi yang dibutuhkan oleh pemrogram. Di bawah ini adalah contoh
yang akan menunjukkan perbedaan pemakaian dan hasil dari ++x dengan x++ (atau
pemakaian y-- dengan –-y).
Prioritas Operator Aritmatika
Tabel di bawah ini memberikan penjelasan mengenai prioritas dari masing-masing
operator. Operator yang mempunyai prioritas tinggi akan diutamakan dalam hal pengerjaan
dibandingkan dengan operator yang memiliki prioritas lebih rendah.
Tabel 2.3 Tabel prioritas operator aritmatika dan urutan
pengerjaannya

Operator Penugasan
Operator penugasan (assignment operator) digunakan untuk memindahkan nilai
dari suatu ungkapan (expression) ke suatu pengenal. Operator pengerjaan yang umum
digunakan dalam bahasa pemrograman, termasuk bahasa C adalah operator sama dengan
(=). Contohnya :
fahrenheit =
celcius * 1.8 + 32;
Maka ‘=’ adalah operator penugasan yang akan memberikan nilai dari ungkapan : celcius
* 1.8 + 32 kepada variabel fahrenheit.
Bahasa C juga memungkinkan dibentuknya statemen penugasan menggunakan
operator pengerjaan jamak dengan bentuk sebagai berikut :
pengenal1 = pengenal2 = … = ungkapan ;
Misalnya :
a = b = 15;
maka nilai variabel ‘a ‘ akan sama dengan nilai variabel ‘b‘ akan sama dengan 15.
Operator Kombinasi (Pemendekan)
C menyediakan operator yang dimaksudkan untuk memendekkan penulisan
operasi penugasan semacam
x = x + 2;
y = y * 4;
menjadi
x += 2;
y *= 4;
Daftar berikut memberikan seluruh kemungkinan operator kombinasi dalam suatu
pernyataan serta pernyataan padanannya.
Menampilkan Data ke Layar
Untuk keperluan menampilkan data/informasi, C menyediakan sejumlah fungsi.
Beberapa di antaranya adalah berupa printf() dan putchar().
Fungsi printf()
Fungsi printf() merupakan fungsi yang paling umum digunakan dalam
menampilkan data. Berbagai jenis data dapat ditampilkan ke layar dengan memakai fungsi
ini. Bentuk umum pernyataan printf() :
printf(“string kontrol”,argumen1, argumen2,...);
String kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu
format (seperti %d, %f,%c). Penentu format dipakai untuk memberi tahu kompiler
mengenai jenis data yang akan ditampilkan. Argumen sesudah string kontrol (argumen1,
argumen2,...)adalah data yang akan ditampilkan ke layar. Argumen ini dapat berupa
variabel, konstanta dan bahkan ungkapan. Misal :
printf(“%d”,20); /* argumen berupa konstanta */
printf(“%d”,a); /*argumen berupa variabel */
printf(“%d”,a+20); /*argumen berupa ungkapan */
Penentu format untuk data string atau karakter :
Untuk menampilkan data bilangan, penentu format yang dipakai berupa salah satu
dari bentuk dalam Tabel 2.5.
Tabel 2.5 Penentu format pada printf()
Contoh di bawah ini akan menjelaskan perbedaan
format %g, %e dan
%f dalam
menampilkan bilangan real.
Tampak bahwa penentu format %e menampilkan bilangan dalam bentuk
eksponensial. Jika penentu fomat yang digunakan berupa %f, bagian pecahan secara
default akan ditampilkan dalam bentuk 6 digit. Sedangkan jika digunakan penentu format
%g, maka digit yang tak berarti tak akan ditampilkan.
Untuk menentukan panjang medan yang disediakan bagi tampilan data, maka
sesudah tanda % dalam penentu format dapat disisipi dengan bilangan bulat yang
menyatakan panjang medan.
Untuk data yang berupa bilangan bulat, misal pada :
printf(“Abad %4d”, 20);
%4d menyatakan medan untuk menampilkan bilangan 20 adalah sepanjang 4 karakter.
printf(“Abad %4d”, 20)
Kalau hanya jumlah digit pecahan yang perlu ditentukan, panjang medan tak perlu
disertakan, misal :
printf(“%.2f\n”, 600.0);
printf(“%.2f\n”, 7500.25);
hasilnya :
600.00
7500.25
Untuk data yang berupa string, contoh :
printf(“%12s”, “Bahasa C”);
maka akan ditampilkan sebagai berikut
Tampak dalam berbagai jenis data di atas, penentu format yang mengandung panjang
medan, secara default akan menampilkan data dalam bentuk rata kanan terhadap
panjang medan yang diberikan. Untuk data string yang biasanya dikehendaki untuk
ditampilkan dalam bentuk rata kiri, maka sesudah tanda % pada penentu format %s
perlu disisipkan tanda – (minus), contoh :
printf(“%-12s”, “Bahasa C”);
menyatakan bahwa string akan ditampilkan dalam medan dengan panjang 12 karakter
dan diatur rata kiri. Sehingga tampilan di atas berubah menjadi :
Fungsi putchar()
Fungsi putchar() digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter di layar.
Penampilan karakter tidak diakhiri dengan perpindahan baris.
Contoh :
putchar(‘A’);
menghasilkan keluaran yang sama dengan
printf(“%c”,’A’);
Memasukan Data dari Keyboard
Data dapat dimasukan lewat keyboard saat eksekusi berlangsung. Untuk keperluan
ini, C menyediakan sejumlah fungsi, di antaranya adalah
scanf(), getchar().
Fungsi scanf()
Fungsi scanf() merupakan fungsi yang dapat digunakan
untuk memasukkan
berbagai jenis data. Misalnya untuk memasukkan data
jari-jari lingkaran pada contoh
program lingkaran.c, maka penulisan
radius = 20;
dapat diganti menjadi
scanf(“%f”,&radius);
Selengkapnya, terlihat dalam contoh program di bawah ini.
Bentuk scanf()
sesungguhnya menyerupai fungsi printf().
Fungsi ini melibatkan
penentu format yang pada dasarnya sama digunakan pada printf(). Secara umum bentuk
scanf() adalah sebagai berikut :
scanf(“string
kontrol”, daftar_argumen);
Dengan string kontrol dapat berupa :
·
Penentu format
·
Karakter spasi-putih (white-space)
·
Karakter bukan spasi-putih
Penentu format menyatakan jenis data yang akan dibaca. Pada scanf() penentu format
dapat berupa salah satu di antara yang ada pada daftar berikut :
Pada bentuk scanf(), daftar_argumen dapat berupa satu atau beberapa argumen
dan haruslah berupa alamat. Misalnya hendak membaca bilangan real dan ditempatkan ke
variabel radius, maka yang ditulis dalam scanf() adalah alamat dari radius. Untuk
menyatakan alamat dari variabel, di depan variabel dapat ditambahkan tanda & (tanda &
dinamakan sebagai operator alamat). Sehingga &radius menyatakan alamat dari radius.
Dalam bentuk yang lengkap :
scanf(“%f”,
&radius);
berarti (bagi komputer) : “bacalah sebuah bilangan real (%f) dan tempatkan ke alamat dari
radius (&radius)”.
Fungsi getchar()
Fungsi getchar() digunakan khusus untuk menerima masukan berupa sebuah
karakter dari keyboard. Contoh :
c = getchar();
scanf(“%c”, &c);
maka variabel c akan berisi karakter yang diketikkan oleh user atau EOF (end of file) jika
ditemui akhir dari file.
Kesimpulan :
• Data merupakan suatu nilai yang bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau
variabel.
• Konstanta menyatakan nilai yang tetap, sedangkan variabel menyatakan nilai yang
dapat diubah-ubah selama eksekusi berlangsung,
• Variabel yang akan digunakan haruslah dideklarasikan terlebih dahulu, adakalanya
langsung dideklarasikan sekaligus diberi nilai (diinisialisasi).
• Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program
untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi
• Operator yang terkait dengan operasi aritmatika antara lain adalah operator
aritmatika, operator penurunan dan penaikan, operator penugasan (assignment) dan
operator kombinasi (pemendekan)
• Untuk menampilkan data/informasi ke layar digunakan fungsi printf() dan putchar().
• Untuk memasukkan data melalui keyboard saat eksekusi berlangsung digunakan
fungsi scanf() dan getchar().
Download Compiler C ++
Download codeblocks
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments